Kamis, 11 Juni 2015

Lelahku

 



 
Retakan Jiwa


Kala hidup tertekan. Menekan jiwa yang lemah
Kala hidup terbeban.  Membebani jiwa yang rapuh
Di mana ada perlindungan? Kemanaku berlindung ?

Kala batin tercekam, Luka-luka tak terobati lagi
Tersentuh sedikit sangat piluh, Terlihat saja sangat teriris mata
Di mana ada pemberhentian? Di mana akau harus singgah?
Di mana aku harus diam ?

Siapa yang tahu pahitnya senyuman
Siapa yang tahu ketidakadilan hidup
Siapa yang tahu gelapnya hitam menutup putih
Siapa yang tahu?
Tanyaku?
Padamu yang mendengarku.

Kita kadang lupa, kita kadang tak sadar
Betapa berharganya sederhana dengan penghormatan
Betapa hinanya kemewahan dengan pelecehan
Aku bertanya
Tapi yang kudapat bukan jawaban
Aku bertanya
Tapi yang kudapat celotehan
Aku bertanya
Tapi yang kudapat protesan
Aku bertanya
Tapi apa dayaku?
Tanyaku jadi piluhku
Aku menyesal
Menyesal atas tangisku
Menyesal karena membagi cerita tragisku
Sebab semua hanya berbalik jadi sakitku

Tuhan di mana kasihMu? Aku tak lagi berdaya. Aku tak lagi kuat . Semua kuatku berada pada lemahku
Datanglah Tuhan. Angkat aku, kuatkan aku lebih lagi.  Tiada lagi yang kuinginkan. Selain dekapanMu
Angkat aku
Kuatkan aku.                                    

Lihatlah betapa hina hambaMu yang selalu terjatuh-jatuh pada kejihMu, lihatlah Tuhan saat ini aku sungguh tak berdaya, aku ingin mengakhiri semua dengan bodohku. Tolong lihat aku ya Bapa,ini terlalu sulit bagi jiwaku, hampirilah aku yang menanti teduhnya surga kasihMu Bapa. Jangan biarkan aku mengikuti bodohku, tolong angkat aku, kuatkan aku ya Bapaku.


Oleh
Eltita Natalia
11 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SAHABAT

Menerima kasih sahabat Oleh : Eltita Natalia  Shopia dan Yunita adalah salah dua eh, maksudku dua orang dari empat sahabatk...