Rabu, 24 Desember 2014

kepala dua ( 20 tahun ) !


Karyaku sebagai ucapan syukurku kepada pribadi terbaik sepanjang usiaku 20 tahun J.

Tuhan Yesus yang baik sungguh aku ada sampai saat ini hanya karena KasihMu yang ajaib Bapa. Rinduku,harapku,citaku,cintaku ,keluargaku selalu ada ditanganMu. Tiap hari Bapa aku ingin Engkau selalu hadir disepanjang usiaku. Seperti untaian kata ini untukMu dariku ya Bapa diusiaku yang bertambah menjadi 20 tahun semoga ini mampu aku lakukan selalu.amin


Yesus Kebanggaanku

Pagi hari aku menata waktu
berharap indahnya hari kunikmati
aku tak lupa menyerahkan hidup ini
ke dalam tanganMu yang kuasa
sebab hanya Engkau
yang mengingatku selalu

Siang hari aku menempuh hidup
berbuat banyak meraih kebaikan hidup
tak ku biarkan dengan caraku sendiri
melainkan Kau kuundang selalu
tuk nyatakan rancangan terindahMu bagiku
karena hidupku Kau yang lukiskan

Sore hari aku terus berjalan
tiada hentinya mau menggeluti banyak hal
lagi lagi aku ingat akan Mu
sebab Kau satu-satunya yang selalu ada

Ketika malam menutup hari
aku tersungkur ingin memelukMu
namun Kau hadir menggapaiku lebih dahulu
Kau tenangkan aku
Kau damaikan aku
Kau buatku kembali tersenyum

Kau luar biasa
Kau ajaib
Kau indah
Kau lebih dari apa pun
Kau Yesusku kebanggaan dihidupku

Eltita Natalia

1 september 2014
06.02


Ini lah rangkaian kata untuk mama diusiaku yang ke-20tahun ini. Aku sudah tua semoga dengan tuanya umurku terwujudlah yang diimpikan yang melahirkannya kedunia.

Mamak

Mak
rindu lah kataku untukmu
saat jarak memisahkan pertemuan kita
sendu terkadang kurasa
gelisah aku
terdiam aku
saat kulihat wajah lelahmu dalam bayangku
Bukan aku tak mampu katakan rindu
bukan tak mampu aku sampaikannya
tapi rasanya aku tak layak mengatakan itu padamu
Saat terpaan sepi kurasa
saat badai sulit kurasa
saat masalah kuhadapi
saat seperti aku tak mampu berdiri
aku tak sanggup bercerita padamu
bukan karna kumalu
bukan karna kutakut
tapi mungkin itu tidak biasa
tidak biasa kita perbuat
Mak
aku ingat selalu wajah letihmu
aku ingat betul lesuhmu
ketika susah payah kau berjuang
berjuang menjadikanku sebagai anak
anak yang kau kasihi

Mak
aku tidak melupakan kasihmu padaku
saat aku terbaring lemah
tak mampu berbuat apa
menggerakkan tubuhku pun susah
tapi kau ada disampingku menemaniku
kau rawat aku dengan sabarmu
meski terdengar telingaku
keluhanmu akan aku yang tidak setegarmu
kemudian kau hajar aku dengan tuturmu
buatku merasa ingin menjerit
dan meninggalkan lemahku saat itu

Mak
aku rekam dengan baik
dulu waktu aku masih kecil
kau peluk aku
katakan padaku
“kau jadi anak berhasillah kelaknya”
mungkin kau lupa masa itu
tapi aku ingat sangat
karna hanya sekali masa itu kurasa

Mak
aku tidak pernah lupa
semua yang kau ucapkan padaku
aku memahami itu arti dari perhatianmu
cacian, makian, hardikan,nasehat
semua aku ingat
amarah  dan emosi
apa pun wujudnya
aku ingat semua

Mak
aku tidak tahu nantinya bagaimana
aku tidak paham waktu kedepan
kadang aku membayangkan bahagia
kadang juga aku membayangkan tangis
aku tak bisa berjanji banyak padamu
tapi harapku selalu kusampaikan
pada Tuhan yang kau kenalkan padaku

Mak
seringkali aku sakiti hatimu
seringkali aku buatmu hancur
seringkali aku buat tangismu hadir
airmata yang menyatakan tak sanggup
airmata tanda lukamu

Mak
maafkan aku yang belum bisa
seperti wanita baik yang kau inginkan
maafkan aku belum bisa 
seperti anak berbakti yang kau impikan
maafkan aku belum bisa
jadi pribadi yang dewasa
maafkan mak
maafkanlah
tidak mungkin jika aku harus
katakan maaf di depanmu
aku terlalu angkuh untuk katakan itu
sebab aku takut kembali kecewakanmu

Mak
doakan lah aku terus
seperti yang sering terdengar telingaku
jika belum kau lihat yang terbaik kuraih
tiada henti kau sebut namaku dalam doa
doakan aku
agar bisa sepertimu mak
perempuan yang bijak
mampu menghadapi segala kerumitan hidup
dengan menghandalkan Tuhan yang sempurna itu
disetiap waktu dan situasi apa pun yang ada.
amin

Eltita Natalia
31/08/2014
04.57


Semua anak tak pernah melupakan kasih ayah kepadanya, meski ibu menjadi panutan yang luar biasa bagi anak, ayah tetaplah menjadi puja-pujaan anak perempuannya di hadapan laki-laki lain maupun  di hadapan teman-teman.
Bersyukur punya ayah seperti mu , bagaimana pun dinginmu, cuekmu, diammu, amarahmu  lebih besar pula lah kasih sayang, perhatian, usahamu bagiku yang terbaik selalu kau usahakan.

Dear : Bapake

Terbaik Selalu

Lautan luas berair biru
Kurang bagimu
Awan putih di langit permai
Kurang juga bagimu
Semua tak ada andaian
Semua tak ada umpama
Sebab kasihmu untuk anakmu
Terbaik selalu
Kurang luas dunia ini
Tuk tunjukkan kasihmu padaku

Bahagia aku jika selalu kau tahu mauku
Bahagia aku jika selalu kau beri mauku
Dan lebih leluasa bahagiaku bila
Selalu kau ingat aku dalam doamu
Sebab doa menyempurnakan
Segala permintaan hati

Terimakasih bapakku
Selalu berusaha menyediakan apa yang harus ada bagiku
Terimakasih bapakku
Selalu mengusahakan yang terbaik bagiku
Terimakasih bapakku
Susah payah keringatmu selalu bercucur manis buatku
Terimakasih bapakku
Letih lelahmu memberi arti hidupku

Kelak
Semua payah payahmu
Semua sakit sakitmu
Semua susah susahmu
Manis terasa
Bahagia didekap
Sebab kau adalah ayah terbaik
Selalu buatku
Pastilah pencipta yang selalu kau tuturkan padaku
Menolongku menjadi anak terbaik
Selalu buatmu
Amin J

Eltita Natalia
23/12/2014
23.10



Kasih kita mungkin sering salah terungkap atau terucap,namun satu harus terus ada dalam hati kita kasih itu untuk antara kita.
Puisi ini untuk kakaku, abangku, adik perempuanku, kedua adik laki-lakiku J


Semua Ada

Semua cinta terukirkan cinta
Semua kasih terlukis kasih
Semua kenangan jadi memori indah
Semua adalah yang ada

Berdiri tegakku bukan karenaku saja
Karena ada semua
Semua ada untukku

Siapakah gerangan semua?
Kau, kau, kau, kau, dan kau

Sempurna terasa miliki semua
Meski tawa bercampur kesal
Meski tangis bercampur amarah
Meski semua sering bercampurbaur
Tak terpisahkan
Begitulah semua tentang yang ada
Tak terpisahkan dalam segala nyata

Tawaku bisa tawa kalian
Tawa kalian jugalah tawaku
Tangis demikian pula
Malang demikian pula
Semua harus ada
Semua ada bagiku
Semua ada bagi kalian
Indahnya sampai nanti kita ada bersama J

Eltita Natalia
23/12/2014
23.23



Hanya doa yang menguatkan setiap saat . Bersyukur atas adanya pembimbing rohani, dan puisi ini dipersembahkan kepada : Bapak Gembala Sidang GBAI, Bapak Wagem GBAI, segenap pelayan Tuhan GBAI, Bapak Gembala Sidang GPDI Youth Ethernal, Bapak Gembala Sidang GPDI Youth Ethernal, serta segenap pelayan Tuhan.

TERIMAKASIH
Oleh : Eltita Natalia

Terimakasih
Atas kasih anugerah
Dalam membimbing, memimpin
Dalam membina , menegur
Meneguhkan dalam kerumitan hidup.

Terimakasih
Atas damai kasih
Dalam mengingatkan
Dalam memperingati
Memperlengkapi hidup lebih tangguh.

Terimakasih
Buat segala yang tak sampai tertulis
Terimakasih
Buat segala yang tak sampai  terucap

Tuhan lah yang membalaskan
Tuhan lah yang menyampaikan
Betapa mulianya tiap tiap kasih
Yang telah disampaikan pada pribadiku

Hari ini diberikannya usiaku bertambah
Diberikannya pulalah kebertambahan kasih
Akan siapa yang selalu menabur kasih padaku
Amin J

20/12/2014
11.28


Berikut ini adalah puisi buat semua sahabatku.
1 ( The Christ )
Sophia Simbolon, Tesalonika Pratiwi Situmeang, Gressy Sawitri Purba, Yunirta Octaviani Siagian, Rumondang Mutiara Sani.
2 ( Nero )
Lenny Hartaty Lumbanraja, Asnah Meriati Tambah, Ade Putri Rumonda, Dita Yuliartha Napitupulu, Dina Yesicca, Widya Utari Lingga, Afifah Septiarini
3 ( Gruppy )
Dian Silvia, Dian Rahmayani, Dedhek Helen Enjelina, Fauzah Afifah Lubis, Angga Andika Lubis, Ahmad Johan, Arif Maulana
Semua kepada sahabatku, yang tak tersebutkan
Mega Ria, Tioneni, Yufar Niza, Eka Damai Yanti, …………….


Sahabat ada
Oleh : Eltita Natalia

Sahabat
Kisaran waktu tak terbatas
Kisaran zaman tak terusai
Tetap teguh dalam bersama

Sahabat
Manjaan letih tak terabaikan
Manjaan riang tak terhentikan
Tetap kukuh dalam bersatu

Sahabat
Tertuju mata saat mata berlinang
Tertuju hati saat hati berisak
Tetap satu dalam berkasih

Terimakasih
Sahabat terbaik
Terimakasih
Sahabat terindah
Terimakasih
Sahabat terkasih

Bila menyepi terasa
Bila rindu terasa
Bila temu tergapai
Segala terpenuhi sahabat

Ada duka ada suka
Ada tangis ada tawa
Ada amarah ada pereda
Ada sahabat, selalu ada.


Ini karyaku buat yang ngerasa aja dee.
Sudah pernah diperlihatkan sebelumnya, tapi ini  ada revisinya kok J . Baca aja ya.

Tak Mampu
oleh : Eltita Natalia

Dengan apakah
aku harus katakan padamu
aku tak mampu
dengan apakah
aku harus ungkapkan
aku tak mampu
aku terlalu kaku
aku terlalu lemah
aku terlalu larut
sehingga
aku tak mampu
kau
kasihku
percayakah kau padaku ?
kau
kasihku
yakinkah kau padaku?

bukan aku
bukan kau
tapi kita

terlalu hangat
terlalu manis
terlalu sulit dibuang

aku bertahan
aku berjalan
bukan lagi aku
bukan lagi kau
aku dan kau
telah tiada

hancur
tapi tidak hancur
remuk
tetapi tidak remuk

Seolah kita terus ada
tapi nyatanya kosong
seolah kita tiada terhapus
tapi  nyatanya hampa

Aku tak sanggup mengukir nama lain di hati
aku tak sanggup membahagiakan hati dengan lainnya
aku tak sanggup menggusur hebat tentangmu
aku tak sanggup meluluhlantarkan semua manisnya
aku jujur sesungguhnya
aku tak mampu.


Rangkain kata ini untuk seseorang yang tak bisa terlupakan, walau aku sudah sempat ada yang mendekati dahulunya rasa ini terus terselip mungil. Dan semakin nyata meski tidak lagi kumelihatnya setiap harinya seperti dulunya.

Dear : N
Gelora Hati
Oleh : Eltita Natalia

Selalu ada getaran yang terasa
selalu ada bahagia yang tersimpan
selalu ada senyum manis
selalu ada memori berkias
itu yang kurasa selama ini
tak tahu bagaimana denganmu yang buat aku begitu merasa begini

aku tak sadar jika memandangimu
aku tak kuasa jika memikirkanmu
aku tak sanggup jika hanya berdiam
tapi aku mampu menguasai diriku menunjukkan hal itu padamu

kau bukan seperti impianku
kau juga bukan seperti idamanku
kau juga bukan yang aku mau miliki
tapi rasanya aku ingin tahu banyak hal tentangmu
itu yang kurasa, tak memahami bagaimana denganmu

tatapan dahulu kala
ya, aku lah yang terlebih memulai
aku sering melihatmu
kemudian kau katakan sesuatu
buatku terhentak untuk sadar 
agar tak lagi aku melirikmu
seakan kau sangat risih
jika kembali kuberbuat demikian

tatapanmu saat dimana beribadah
bersembah syukur pada yang Kuasa
aku  sempat bahkan beberapa kali
menangkap tatapan matamu yang tersorot padaku
kemudian aku berlaku sepertimu
ketika sadar kita saling bertatapan jauh
lalu aku dan kau menghentikannya
tapi entahlah itu nyata benar
aku pun sulit membenarkannya
aku sering bertanya padamu
aku sering berbasa-basi padamu
aku juga sering seolah mengganggu kesibukanmu
tapi aku hanya mendapati semua jawaban dari tanyaku
tidak lebih dari semua itu
tapi tahukah kau ?
aku sudah cukup puas dengan itu
meski hati ingin kau berlaku seperti aku

seringkali aku melihatmu dalam lintasan benakku
aku tak tahu apa arti semua itu
bahkan ketika aku merasakan sesuatu
aku butuh jawaban itu
Tuhan kita yang sama itu
memberi jawaban itu
walau hanya dalam mimpi aku dapatinya

mungkin semua ilusi belaka
mungkin juga semua nyata
atau bisa jadi ini semu
apa pun itu
aku tidak membenci kesempatan ini
sekalipun tidak
dan kutak peduli apa katamu tentang ini

tapi
sekali lagi hati ini bergelora
seakan-akan tak puas
dan mungkin tak akan pernah terpuaskan

aku selalu berdoa
tiap aku hendak memulai pembicaraan kita
aku selalu bertelut
tiap aku hendak berlaku sadarku padamu
aku lakukan semua tulus
kau tak merespon pun
tak mengapa bagiku
terpenting bagiku
aku sudah memuaskan hasrat hatiku
berlaku murni padamu
walau tak tahu kau menganggap apa

kini
aku belum juga tahu
belum juga mampu
menyimpulkan apa yang ada untukmu dariku
satu yang pasti
aku hanya ingin belajar
memulai yang baik padamu
agar aku mendapati yang baik
meskipun itu harus bukan dirimu


19/08/2014
12.10

Minggu, 10 Agustus 2014

puisi


Tiba-tiba tersadarku demikian:



Bahagia lagi

oleh: Eltita Natalia


Dahulu waktu masih anak-anak
aku layaknya seperti anak
yang bahagianya selalu diberi dan diberi
aku disayang
aku dijaga
aku diberikan yang terbaik
segalanya indah terlihat
juga sangat indah terasa

kemudian aku bertumbuh
menjadi remaja
yang inginnya adalah memiliki
miliki keindahan hidup
dengan caraku sendiri
merasa telah dewasa bukan lagi anak-anak

tak lama kemudian
aku pun hampir matang
tentunya dalam kedewasaan yang sesungguhnya
aku mulai sering merintih
mulai sering menangis
sering menjerit
sering meraung-raung
seolah tak puas dengan itu
aku juga berteriak
aaaaaaaaaaaaaaa............
kemudian kembali melihat apa yang telah ada
lalu terangguk-angguk
aku membisu
aku membeku
seolah tak puas juga
aku tak mau menyentuh kelam dulu
tak mau tersentuh juga sedikitpun
jangan lagi

aku mau kembali bahagia
seperti waktu kecil
aku digendong, dipeluk, dikecup
dengan ketulusan kasih sayang
dan mau dibimbing
oleh siapa yang memberikan kasih itu dengan tulusnya

aku mau
mau bahagia kembali
bahagia
bahagia
yang sesungguhnya.




Senin, 04 Agustus 2014

ARTIKEL BAHASA


Hati-hati Bahasa Nasional Luntur !
Anak bangsa adalah generasi penerus tanah air negara ini. Sangatlah berpengaruh kemampuan bahasa yang mapan mengenai bahasa kesatuannya. Jika dipandang meluas dalam keseharian, nyatanya banyak anak berdarah muda kini menggunakan ujaran saat bercakap-cakap yang tidak sesuai aturan struktur bahasa yang dibentuk para pakar kebahasaan. Bukannya untuk menuntut kebakuan bahasa yang sempurna, melainkan aplikasi harapan bangsa ini terlalu minim dalam menjunjung tinggi Bahasa Indonesia.
            Perasaan yang terlalu terombang-ambing dalam berbahasa yang benar membuat kecanggungan yang berkelanjutan hingga membudidayakan bahasa yang tidak sesuai kaidah menjadi sebuah kebiasaan. Tidak hanya kebiasaan semata namun juga berkesinambungan pada seluruh pemuda-pemudi bangsa ini. Faktanya anak-anak yang beranjak remaja sudah terhanyut dalam bahasa yang memiliki huruf-huruf alay yang kian populer dalam kebahasaan mereka  di mana pun saat komunikasi terjadi. Hingga sampainya remaja pada tahap dewasa sebagai pemuda- pemudi yang sebagiannya adalah beridentitas mahasiswa. Realita yang sering ditemukan tidak sedikit mahasiswa yang terlena dalam kesalahan berbahasa Indonesia. Dapat kita lihat, ketika mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia bertugas mempersentasikan sebuah materi di depan kelas. Banyak kesalahan penyampaian Bahasa Indonesia yang digunakan, contohnya “kek nya itu salah menurut kami “, “kek gitu lah”. Hal –hal kecil ini dapat menjadi sebuah pernyataan sederhana yaitu kebiasaan yang merajalela dikeseharian mahasiswa tersebut dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang tidak benar. Bayangkan saja,  jika mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia pun mengalami penyelewengan berbahasa, bagaimana lagi jika mahasiswa dengan jurusan lainnya dalam membawa Bahasa Indonesia pada interaksi komunikasi yang mereka jalin. Tidak dapat dipungkiri lagi Bahasa Indonesia telah memudar di peradaban ini.
            Tulisan Ahmad Khotim Muzakka artikelnya dalam Harian Analisa yang mengutip dari Kompas bahwa Bahasa Indonesia diproyeksikan menjadi bahasa internasional. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rahman, pada 15 November 2011. Menurutnya, Bahasa Indonesia memiliki peluang menjadi bahasa Internasional karena tidak asing di telinga komunitas internasional. Khususnya di negara-negara tetangga. Peluang itu dinilai lebih besar dibandingkan berbagai bahasa di Eropa.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia yang lebih akrab dengan sebutan Bahasa Nasional. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya  sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Sudut pandang linguistik mengatakan bahwa Bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyaknya keragaman bahasa Melayu. Dasar yang digunakan merupakan bahasa Melayu Riau yang saat ini di wilayah Kepulauan Riau sejak abad ke–19. Namun diperkembangannya Bahasa Indonesia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Proses inilah yang membedakan Bahasa Indonesia saat ini dengan Bahasa Melayu Riau.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, artinya bahasa yang terus menghasilkan kata-kata baru yang melalui penciptaan dan penyerapan dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Oleh karena itu Bahasa Indonesia adalah bahasa yang tidak tetap atau pun dapat dikatakan Bahasa Nasional ini bersifat dinamis yang terus mengalami penambahan.
Buku Pesona Bahasa  (2005) mengutip penelitian The Summer Institute of  Linguistic bahwa beragamnya bahasa yang ada Indonesia berjumlah 726. Keragaman suku ini lah yang menjadi salah satu penyebab banyak warga Indonesia yang tidak menjadikan Bahasa Nasional ini menjadi bahasa ibu. Sebagian  warga Indonesia memilih salah satu dari banyaknya bahasa yang terlahir di aneka budaya Indonesia.
            Meskipun demikian Bahasa Indonesia mempunyai peranan yang jauh lebih penting ialah sebagai penyambung lidah dalam komunikasi berbagai jenis daerah.  Dapat dilihat dari berbagai peranan Bahasa Indonesia yang tak tergantikan kedudukannya  yang membuktikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara , bahasa Nasional Indonesia.
Bahasa Indonesia  sebagai bahasa resmi kenegaraan. Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak hingga tingkat tertinggi, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).
Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Bahasa Indonesia sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan  Teknologi. Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.
Sehingga dapat dikatakan dari beberapa fungsi nyata dalam keseharian bahwa  Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Akan tetapi di dalam praktiknya pengguna Bahasa Indonesia kerap kali mencampuradukkan Bahasa Nasional ini dengan bahasa daerah dan bahasa asing. Hingga dapat meretakkan keutuhan Bahasa Indonesia yang benar dengan masuknya bahasa yang tidak baku yang berlaku pada remaja dan kaum muda saat ini.
Yang menjadi tanda awas bagi kita saat ini adalah kurangnya rasa bangga menyandang Bahasa Nasional ini sebagai identitas negara. Meskipun kemerdekaan telah diakui puluhan tahun, bangsa ini terus terenggut oleh bangsa lain. Dapat kita saksikan dari berjamurnya kursus-kursus bahasa asing. Memang perlu  saat ini menguasai berbagai bahasa, tetapi perlu juga menjawab pertanyaan pada diri kita, sudahkah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Contoh kecilnya saja, bagaimana ketika menulis pesan singkat atau menulis status di jejaring sosial.
Pentingnya sejak muda mengamati pribadi diri agar mampu menjaga Bahasa Indonesia menjadi sebuah Kesatuan Bahasa Nasional Indonesia. Menyadari tidak hanya lembaga Kebudayaan Pemerintah yang wajib menjaga bahasa ini, dibutuhkan generasi muda yang tangguh untuk mempertanggungjawabkan citra bahasa pemersatu nusantara ini ke waktu depan agar tidak sirna begitu saja.

SAHABAT

Menerima kasih sahabat Oleh : Eltita Natalia  Shopia dan Yunita adalah salah dua eh, maksudku dua orang dari empat sahabatk...