Kamis, 20 April 2017

Berdoa atau Mengabaikan Yesus


Yesus menyembuhkan seorang buta dekat Yerikho
Lukas 18: 35-42
(35) Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. (36) Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?” (37) Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.” (38) Lalu ia berseru :”Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku !” (39) Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru “ “Anak Daud, kasihanilah aku !” (40) Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya, Yesus berkata kepadanya: (41) “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu? “ Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat !” (42) Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau !” (43) Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.
Hasil gambar untuk gambar mengabaikan
Yesus aja trussssssss

Seringkali dalam keseharian kita meminta pada Allah, “berikanlah aku berkat yang melimpah, berikanlah aku kemudahan dalam kuliahku, berikanlah aku hati yang selalu bersyukur, berikanlah aku teman hidup yang baik, amin.” Berdoa pada Tuhan meminta ini dan itu memang tidak pernah salah, sebagai manusia yang punya batas tentu kita memohon kepada Dia yang tiada batas.
Perhatikanlah salah satu cerita alkitab  di atas, orang buta tersebut duduk di pinggir jalan dan mengemis. Sebagai orang yang tak dapat melihat,ia mengemis di pinggir jalan. Meskipun ia buta, ia dapat merasakan, ia dapat mendengar sekelilingnya. Ia bertanya akan apa yang ia dengar begitu  orang banyak lewat. Sampai ia mengetahui bahwa Yesus orang Nazaret lewat. Keterbatasannya untuk menemukan posisi Yesus diabaikannya dengan berseru-seru sekuatnya meski orang lain merasa terganggu. Ia juga mengabaikan belas kasihan orang lain untuk memberikan ia  sedekah ketika ia tahu Yesus ada, ia juga mengabaikan teguran orang agar diam. Ia tidak mengabaikan kesempatan emas ketika ada Yesus disekitarnya. Dan Yesus tahu bahwa dengan sungguh orang buta itu memerlukanNya.
Yesus tidak mau menebak apa yang orang buta itu inginkan, meski Ia punya pemahamanan yang luar biasa. Yesus tetap bertanya apa yang dikehendaki orang buta itu pada Yesus. Dan orang buta itu mejawab pertanyaan Yesus supaya ia dapat melihat.Yesus berkata: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau !”.Lalu orang buta tersebut pun dapat melihat.
Imanmu ? kepercayaan akan suatu yang tak dapat disentuh dan dilihat dengan mata. Sungguh orang buta itu meminta satu permintaan terbesar dalam hidupnya saat Yesus bertanya.
Bagaimana kita?
Adakah kita meminta hal terbersar pada saat ini agar dinyatakan Tuhan Yesus? Semua halkah sama besarnya dalam hidup ini? Adakah kita seperti orang buta yang mengabaikan banyak hal demi menerima permintaannya pada Yesus? Ataukah kita meminta slalu dalam doa namun banyak hal tentang Yesus kita abaikan?


SAHABAT

Menerima kasih sahabat Oleh : Eltita Natalia  Shopia dan Yunita adalah salah dua eh, maksudku dua orang dari empat sahabatk...