Kau tidak baru hadir pada waktu itu
Kau juga tidak baru lahir pada saat itu
Tapi ada yang berbeda pada hidup di masa itu
Saat di mana tertemukan air mata yang berlinang jatuh
bertaburan
Kau pungut satu-satu
Tak tersisa satu pun
Dan kau tak membakarnya bagai kertas hingga berubah menjadi
abu
Namun kau genggam,
Tak ada cela waktu tuk kau lepaskan
Kau eratkan pada jiwamu
Kemudian kau ubahkan
Kau indahkan
Kau hiasi
Dan selalu kau jagai
Kau berbeda sampai kapan pun
Kau yang tiada mengabaikan arti kemuraman wajah
Kau yang tiada mengabaikan arti enggannya tawa
Kau tiada mengabaikan arti senyapnya ucapan
Kau tiada mengabaikan arti senyum yang tak merekah
Kau
Kaulah yang berbeda itu
Tak pernah lupa untuk menoleh
Memastikan semua baik-baik saja
Tak pernah jemu mengelus
Memastikan tiada air mata itu lahir kembali
Tak pernah letih menunggu
Meski terlalu lambat langkah kaki
Tak pernah jenuh mendengar
Meski kata tiada usai berbisik
Semua
kau lakukan sepenuh hati
Sangat tulus
Sampai pemilik hati tak lupa semua kenangan baik itu hingga
kini
Terimakasih dikau
Dua puluh tiga januari di dua tahun yang lalu
Tetaplah ukir kenangan manis buat semua jiwa yang kau kasihi
Tapi biarlah
Ada satu langkah maju
teristimewa
Yang kau lakukan dari dua tahun yang lalu.
Agar kau
Tidak hanya sebagai kenangan terindah dalam hidup seorang
yang kau kasihi
Namun juga sebagai pemberi kenangan terbaik yang abadi
masanya.
23 Januari 2015
Eltita Natalia