Minggu, 05 Maret 2017

PERCAYA



Perempuan Siro-Fenisia yang percaya
Markus 7 : 24-30
“(24) Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang  yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. (25) Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. (26) Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. (27) Lalu Yesus berkata kepadanya : “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing. (28) Tetapi perempuan itu menjawab :”Benar,Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak. (29) Maka kata Yesus kepada perempuan itu : “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” (30) Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Firman Tuhan yang terjadi pada pemahaman dan pengalaman hidup adalah bagian yang sangat disyukuri karena hal ini menyatakan bahwa hidup dengan kepercayaan yang benar.  

Tuhan memperdulikan anak-anak agar mereka kenyang. Perempuan Siro-Fenisia memperdulikan anaknya yang kerasukan agar megalami pelepasan.

Tuhan selalu punya waktu untuk masing-masing orang yang perlu ditolong. “Biarlah anak-anak kenyang dahulu” Tuhan mengatakan kalimat tersebut sebab Tuhan tahu anak-anak memang memerlukannya. Meskipun demikian seorang ibu tak mau diam saja di hadapan Tuhan, ia menjawab perkataan Tuhan dengan penuh kerendahan hati berharap belas kasihan Tuhan. 

Tuhan sangat memahami apa maksud si ibu dan Ia bertindak tidak terlambat memulihkan anaknya yang kerasukan setan. Tuhan tidak menyentuh anak perempuan Siro-Fenisia secara fisik, tetapi anak tersebut mengalami sentuhan kasih Tuhan sehingga ia sembuh. Tentunya akal tidak berterima secara mudah mengenai hal ini, tetapi saat perjumpaan dengan Tuhan yang kita alami  secara pribadi, hal itu teramat mungkin terjadi.

Seorang ibu manapun tentunya mengasihi anak-anaknya. Ketika sang anak mengalami kesulitan, seorang ibu akan mencari pertolongan yang terbaik untuk anaknya. 

Dalam kehidupan nyata, sebagai seorang mahasiswa, tidak tinggal bersama dengan keluarga sungguh banyak hal yang sulit kita jumpai. Ketika kita sebagai mahasiswa merasa beban berat seolah tak sanggup hampirilah Tuhan, curahkan semuanya dengan penuh meminta belas kasihan Bapa. Ketika semuanya tak juga membaik, ceritakanlah kepada ibu, ia tahu meminta pertolongan terbaik untuk kita.

Doa yang terjawab adalah hasil yang manis dari air mata yang terjatuh. Satu kebaikan kita terima dari Allah, satu jalan terbuka untuk penyelesaian masalah adalah jawaban doa. Mari bersyukur, punya Allah yang begitu mengerti segalanya. Bersyukur punya Allah yang mau anak-anakNya memahami maunya Tuhan. Merendahkan diri di hadapanNya, meminta bukan memaksakan, memohon bukan memerintahkan.

Masalah yang terselesaikan, keadaan yang membaik adalah jawaban doa. Bersyukurlah untuk setiap hal baik dalam hidup, sebab doa ibu telah dijawab Tuhan.

PERCAYALAH TUHAN MENJAWAB SETIAP DOA :)

SAHABAT

Menerima kasih sahabat Oleh : Eltita Natalia  Shopia dan Yunita adalah salah dua eh, maksudku dua orang dari empat sahabatk...