Rabu, 01 November 2017

Free writing 3

Payung hijau daun pisang

~kusuka sekali kesegaran hujan yg bercucuran
Waktu itu hujan tiba-tiba datang bergelimangan saat kesibukan kami di kebun. Mama senang berkebun, sesekali kukesal dengan kesenangannya ini. Hhaa

~kusuka sekali kehijauan tumbuhan dan birunya langit alam terbuka
Kudapat smua itu sederhananya di kebun. Mama memang pandai berkebun ria, kebun kami sangat penuh dengan jenis tanaman yang bisa dikonsumsi sendiri serta dijual untuk mencukupi kebutuhan dapur.

~kusuka sekali membantu mama tanpa paksaan dari pihak lain
Kupergi menemani mama lebih tepatnya membantu berkebun memanen untuk dijual ke pasar.

~saat terik matahari memuncak dan selekasnya bekerja
Kami memanen serai (sangge sangge) Haha
Blm selesai kami mengerjakannya hujan mengguyur dan mama membuatkan tempat teduh yg mudah seng dibuatnya di atas pohon yg blm tua agar kutak terkena hujan sedangkan mama membiarkan dirinya basah kuyup.

~Hujan tak henti
Kami melanjutkan sampai hampir selesai pemanenan serai, ternyata hujan tak mau tahu dan terus menderasi sekeliling kami. Mama menyuruh aku dan kakaku untuk bergegas, lalu mama pergi sejenak kulihat ia mengambilkan daun pisang hijau dari pohonnya, ditebangnya dengan cekatan lalu membawanya menuju perteduhan kami dan aku pun menerimanya.

~Aku dan mama
Kami pulang dengan masing masing payung daun pisang. Kulihat lagi badan mama yg gendut berjalan di belakangku, tak pernah lelah berkebun tampak di wajahnya. Masih sempat mengambil daun pisang untukku meski ia sudah sangat basah. Kusering kesal dengan kesenangannya yg membuatku terkadang harus menemaninya ke kebun karena harus terbakar panas matahari menyebabkan kehitaman kulitku yg tak terkira. Tapi ya, seorang mama selalu memberikan yg terbaik meski sering kukesal dengan kesenangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SAHABAT

Menerima kasih sahabat Oleh : Eltita Natalia  Shopia dan Yunita adalah salah dua eh, maksudku dua orang dari empat sahabatk...